Pernahkah kita berpikir, kenapa tubuh bisa tetap seimbang walau kita minum banyak air, makan asin, atau beraktivitas berat?Jawabannya ada pada dua organ kecil seukuran kepalan tangan ciptaan Sang Maha Pencipta di pinggang kita: GINJAL
FUNGSI UTAMA GINJAL
Ginjal bukan sekadar “penyaring kotoran”, tapi memiliki lebih dari 20 fungsi vital, di antaranya:
- Membuang racun dan sisa metabolisme (urea, kreatinin, asam urat)
- Mengatur kadar air dan garam tubuh agar tidak kelebihan atau kekurangan cairan
- Menjaga tekanan darah lewat hormon renin
- Mengatur kadar hemoglobin (darah merah) dengan hormon eritropoietin
- Menjaga tulang kuat dengan mengaktifkan vitamin D
Tanpa ginjal, racun tubuh akan menumpuk, ibarat rumah tanpa saluran pembuangan.
SAAT GINJAL MULAI RUSAK
Kerusakan ginjal sering tidak menimbulkan gejala di awal.Tanda-tanda baru muncul saat fungsi ginjal sudah <20%, misalnya:
- Bengkak di kaki atau wajah
- Mual muntah
- Urine berbusa atau sedikit
- Mudah lelah
- Nafsu makan turun
- Tekanan darah sulit turun
- Bau uremik (tubuh bau urin)
- Sesak napas
Pemeriksaan sederhana seperti kreatinin dan ureum darah dapat mendeteksi lebih awal sebelum terlambat.
CUCI DARAH: SAAT GINJAL TAK LAGI MAMPU
Kalau ginjal sudah gagal total (gagal ginjal stadium akhir), racun dan cairan menumpuk di tubuh, dapat berbahaya. Di sinilah hemodialisis (cuci darah) menjadi dibutuhkan.
Darah dikeluarkan dari tubuh melalui selang, disaring dan dibersihkan lewat mesin dialisis, lalu dikembalikan lagi dalam keadaan bersih kedalam tubuh.
Proses ini menggantikan sebagian kerja ginjal, walau tidak sepenuhnya. Biasanya dilakukan 2–3 kali per minggu, masing-masing 4–5 jam per sesi. Tanpa cuci darah (atau transplantasi ginjal), pasien gagal ginjal bisa mengalami:
- Sesak berat karena cairan di paru
- Henti jantung akibat kalium tinggi
- Keracunan uremik (bisa kejang atau koma)
CARA MENJAGA & MENGOBATI GINJAL
- – Minum air cukup (±2 liter/hari, sesuaikan dengan aktivitas & kondisi jantung)
- Beralih ke karbohidrat kompleks (beras merah, oat).
- Batasi konsumsi garam,
- 2 gram/hari (setara ±1 sendok teh garam dapur).
- Kontrol tekanan darah & gula darah
- Perbaiki gaya hidup. Tidur cukup (7–8 jam/hari), kelola stres dengan dzikir & ibadah khusyu’, sempatkan olahraga.
- Jangan sembarang minum obat nyeri (NSAID)
- Bila perlu konsumsi suplemen & herbal yang didukung riset ilmiah sebagai renoprotective
- Cek dan kontrol darah & urine rutin, terutama bila punya riwayat diabetes, hipertensi, atau obesitas.
TERAPI BEKAM, TOTOK DAN AKUPUNKTUR UNTUK GINJAL
Kalau ginjal sudah mulai terganggu, misalnya ada penurunan fungsi ginjal ringan-sedang (stadium awal–menengah), maka terapi non-medis ilmiah dapat membantu memperlambat kerusakan dan menjaga fungsi ginjal yang tersisa. Berikut pendekatan yang evidence-based namun tetap alami dan aman bila dipantau dengan baik:
Bekam
Secara medis, bekam (wet cupping) menstimulasi tubuh melalui:
- Peningkatan mikrosirkulasi (peredaran darah kapiler), membantu aliran darah di jaringan perifer dan organ termasuk ginjal.
- Pelepasan mediator anti-inflamasi dan antioksidan, membantu menurunkan peradangan kronis yang sering memperburuk kerusakan ginjal.
- Detoksifikasi sistemik ringan, sehingga mengurangi beban metabolik darah, terutama kadar ureum, kreatinin, dan lipid tertentu dalam studi kecil.
- Akupunktur dengan penusukan di titik-titik tertentu (seperti BL23, KI3, ST36) terbukti meningkatkan aliran darah ginjal dan memperbaiki mikrosirkulasi. Ini berarti meningkatkan perfusi ginjal (aliran darah ke ginjal). Hal ini menunjukkan nutrisi dan perbaikan ginjal bisa dioptimalkan.
Totok
Dengan melakukan penotokan pada bagian punggung bawah (L1–L3): area refleksi langsung ginjal, kemudian pada telapak kaki (zona tengah bawah lengkung kaki): refleksi ginjal, juga titik adrenal (atas ginjal), menunjukkan hasil yang dapat menstimulasi sistem saraf otonom, memperbaiki keseimbangan simpatis-parasimpatis yang berefek aliran darah ke ginjal membaik. Meningkatkan ekskresi cairan & toksin ringan, terutama lewat aktivasi refleks ginjal dan adrenal. Menurunkan stres fisiologis, yang berkontribusi besar pada kerusakan ginjal kronis, dan dapat membantu regulasi tekanan darah dan cairan tubuh.Perlu diingat, terapi nonmedis harus dilakukan oleh terapis yang berpengalaman dan memahami anatomi. Efektif sebagai pendamping terapi medis untuk memperlambat penurunan fungsi ginjal. Namun tidak menggantikan fungsi cuci darah bila fungsi ginjal sudah <10–15%. Ideal diterapkan pada stadium 1–3 CKD atau pasien pasca cuci darah untuk pemulihan.
Untuk INFO KESEHATAN lainnya Ikuti 👇👇
Saluran WA : https://whatsapp.com/channel/0029VbB0rgZFHWq3a01GYp41
Telegram : https://t.me/INFOKESEHATANofficial
